Saturday, August 23, 2008

CARA MENENTUKAN HARGA SEBUAH DESAIN

Ada beberapa tipe cara untuk menentukan harga dari sebuah desain, ini merupakan hasil dari obrolan dengan beberapa teman yg kebeneran satu profesi tapi lebih duluan jadi desainer, diantaranya :
  1. Desain merupakan bagian dari promosi, sudah barang tentu itu... ngga mungkin sebuah perusahaan mina dibuat kan desain dalam bentuk apapun itu pasti berhubungan dengan promosi, kalo bergantung pada hal ini cara menentukan harga dari desain adalah minimal 10 % dari total keuntungan perusahaan itu bisa kita jadikan acuan untuk harga penawaran, karena dalam hal ini kita memberikan sesuatu yang bisa meningkatkan nilai perusahaan tersebut. Jadi kalau pake metode ini sifatnya sangat flexibel tergantung besarnya perusahaan. Mudah2an dapet perusahaan yg mengerti mengenai hal ini karena masih jarang perusahaan yg menghargai hal ini.
  2. Pake sitem royalti metode diatas menetukan harga 10 % dari total keuntungan perusahaan, jika perusahaan tersebut keberatan kita tawarkan metode royalti ada 3 cara menentukannya :
  • Royalti Knock Out tipenya sama aja dengan nomer satu kita dibayar full sekali bayar, sekali tonjok pingsan jual desain tanpa ada hubungan lagi dengan pihak pembuat (designer)
  • Royalty per Section nah kalo sisitem ini sifatnya per.sesi seperti kontrak, kita bisa minta per tahun, harga penawaran 1-7 % dari total keuntungan perusahaan, setiap tahun kontrak habis perusahaan tersebut wajib membayar kembali pihak pembuat (designer) perpanjangan kontrak, pada saat kontrak habis perusahaan tidak berhak memakai gambar atau desain kita.
  • Royalti per Penggunaan, nah kalo yang ini enaknya jika design kita berupa mass product atau contohnya barang cetakan, jadi kita kontrak bisa kemudian kita ajukan harga penawaran 1-3 % total keuntungan perusahaan, tapi kita minta bayaran dari berapa banyak desain ( gambar ) kita dipakai/ dipublikasikan untuk kepentingan perusahaan.
Masih banyak lagi metode untuk menentukan harga desain terhantung dari jumlah jam terbang, semakin expert bisa semakin mahal. Sehingga desainer tidak akan merasa kerja paksa seperti jaman Jepang, karena membuat sebuah desain membutuhkan sumbangsih fisik dan otak.

No comments: