Saturday, August 23, 2008

PENTINGNYA SEBUAH KEMASAN

Sejalan dengan tuntutan pasar yang semakin besar dan beragam, penggunaan kemasan untuk berbagai jenis produk makanan berbasis tepung menjadi sangat penting.

Pisang molen, penganan yang terbilang "pasaran" karena banyak dijual di mana-mana dengan Rp 300 per buah, bisa diangkat menjadi penganan bergengsi dengan harga jual tinggi. Lihat saja harga molen Kartikasari Bandung yang berkisar antara Rp 15 ribu sampai Rp 25 ribu per kemasan isi 12 buah. Di Jakarta, ada juga pengusaha yang sukses menjual molennya meskipun dengan harga Rp 9 ribu per kemasan.

Di samping itu, tentu saja kualitasnya yang bagus, harga molen tersebut terdongkrak karena dijual dalam kemasan yang menarik. Di luar molen, banyak lagi contoh yang menggambarkan betapa kemasan memiliki peran penting dalam mendongkrak milai tambah sebuah produk makanan.

Bukan cuma soal niali tambah, kemasan juga memiliki fungsi-fungsi lain yang intinya bisa membantu perkembangan sebuah usaha. Misalnya, sebagai sarana promosi, memungkinkan untuk menjangkau pasar lebih luas karena kualitas produk terjadi dengan baik, menjaga gengsi konsumen, dan lain sebagainya.

Sayang, sejauh ini masih banyak pengusaha makanan berbasis tepung yang memandang rendah soal kemasan karena - kendati tanpa kemasan yang bagus - produknya banyak dibeli orang. Ada juga yang memandang soal kemasan sebagai pemborosan biaya dan tenaga.

Pengusaha yang berorientasi memuaskan konsumen secara maksimal berpikiran sebaliknya. Bagi mereka, kemasan merupakan salah satu faktor penentu kelangsungan hidup usahanya.


BUKAN SEKEDAR PEMBUNGKUS

Dulu, boleh jadi, kemasan produk makanan yang dijual lebih menitikberatkan fungsinya sekadar sebagai pembungkus. Tapi, seiring dengan perkembangan jaman dan perilaku konsumen, kemudian fungsi kemasan pun menjadi berkembang lebih jauh dari hanya sekadar pembungkus.

Perluasan fungsi tersebut antara lain meliputi:

1. Daya Tarik. Sebagus apapun kualitas produk makanan, jika dijual di pasar bebas, niscaya tidak akan memiliki daya tarik bagi konsumen jika dikemas secara seadanya. Karena itu, pasar-pasar swalayan terkemuka, seperti Hero, menjadikan daya tarik kemasan sebagai salah satu penilaian terpenting diterima atau tidaknya produk supplier.

2. Meningkatkan Citra Produk. Kemasan yang didesain secara menarik mengesankan citra dan kualitas yang baik dari produk makanan yang di dalamnya.

3. Sarana Promosi. Untuk produk makanan yang lazim menerima pesanan seperti cake, cookies, dsb, kemasan dapat berfungsi sebagai sarana promosi yang cukup efektif. Karena itu, dalam kemasan perlu dicantumkan alamat lengkap produsen.

4. Menjangkau Pasar yang Jauh. Kemasan yang baik bisa memperpanjang masa kadaluwarsa produk makanan sehingga memungkinkan untuk dipasarkan ke wilayah yang jauh. Sebagai contoh, di kepulauan Riau banyak beredar layer cake merk Apollo produksi perusahaan di Malaysia. Cake tersebut dikemas dalam plastik kualitas bagus dengan desain menarik ukuran kecil.

5. Gengsi Konsumen. Untuk jenis produk makanan tertentu yang ukurannya besar, kemasan cukup penting buat menjaga gengsi konsumen yang menentengnya. Misalnya, menenteng donat dengan kemasan Dunkin Donuts tentu akan berbeda dengan menenteng donat dalam kemasan plastik kresek.

6. Praktis. Dengan kemasan, konsumen bisa dengan praktis membawa produk makanan yang dibelinya ke mana-mana. Karena itu, bentuk makanan harus didesain dengan mempertimbangkan unsur kepraktisan.

No comments: